Cara Kerja Radiator

by Ade'SM on 04:02 AM, 30-Nov-10

Category: Otomotif



Motor-motor terbaru saat ini
telah banyak dilengkapi dengan
piranti pendingin cairan yang
lebih dikenal dengan "radiator".
Motor seperti Honda CS1 , Vario,
Yamaha Vixion, Jupiter MX,
Kawazaki Ninja 2 tak ataupun
250 4tak sudah memakai piranti
ini..


Bagaimana cara kerja "radiator"
ini, mari kita bahas perlahan-
lahan.


Radiator adalah bagian dari
sebuah sistem pendinginan
mesin. Jadi, radiator bukan part
sebatang kara dalam meredam
panas pembakaran bahan
bakar.

Sistem pendinginan mesin terdiri
dari beberapa part yaitu :


1. Radiator
Part yang terlihat
banyak kisi-kisi atau celah-celah
kecil yang tersusun rapi dengan
bahan aluminium. Dan biasanya
diletakkan di depan mesin.


2. Kipas radiator
Part yang
berfungsi membantu
memaksimalkan proses
pendinginan radiator. Walaupun
radiator dah terbuat dari
bahan aluminium yang terbukti
baik dalam penyerapan dan
pelepasan panas, namun pada
suhu tertentu yaitu diatas 80
derajad celcius, sangat
memerlukan bantuan pendingin
radiator dengan kipas ini,
sehingga temperatur mesin
dapat di jaga lebih ideal.


3. Water Pump
Atau disebut
pompa cairan radiator,
berfungsi mensirkulasikan cairan
radiator dari silinder block lalu
head untuk mengambil panas
lalu cairan masuk ke radiator
utk dibuang panasnya.

Pompa ini bekerja terus-menerus selama mesin bekerja,
ada yang menggunakan putaran
poros engkol atau crankshaft,
ada juga meminta putaran
noken as atau camshaft,
bahkan ada pula yang memakai
pompa elektris yang diputar
oleh aki.

Pompa air ini menggunakan type
pompa sentrifugal yang
menggunakan sudu-sudu atau
propeler untuk menimbulkan
tekanan atau head energy agar
dapat bersirkulasi keseluruh
lintasan selang radiator.


4. Thermo Sensor
Suatu piranti
yang membaca suhu cairan yang
keluar dari silinder head atau
mesin dan akan mau masuk ke
radiator. Penempatan ini
dimaksudkan agar suhu yang
dibaca merupakan suhu panas
yang terjadi di silinder head.
Pembacaan suhu ini langsung
terkoneksi ke speedometer,
sehingga pengemudi dapat
mengetahui kondisi panas mesin
motornya. Bisa terbaca garis-garis tebal, atau juga angka.


5. Thermo switch
Suatu piranti
saklar yang menyambungkan
aliran arus baterei ke kipas
radiator. Sebagaimana kita tahu
di atas bahwa kipas radiator
hanya bekerja saat suhu mesin
dianggap panas, yaitu saat suhu
radiator diatas 100 derajad
celcius. Nah termoswitch ini yang
mengontrol kapan kipas harus
diputar.


6. Thermostat
Suatu piranti yang mengatur debit aliran
cairan radiator antara mesin
masih dingin dan panas.
Termostat ini berbentuk seperti
klep atau lubang pintu, dimana
saat suhu mesin dingin, pintu ini
terbuka sedikit sehingga cairan
radiator yang bersirkulasi
sedikit sehingga panas yang
ditransfer memang masih
sedikit. Namun, saat mesin
sudah panas, menghasilkan
panas besar, maka termostat
akan membuka penuh, sehingga
debit aliran maksimal dan proses
penyerapan panas pun bisa
maksimal.


7. Reservoir tank
Suatu tempat
penampungan cairan radiator
cadangan dan overflow dari
radiator.


8. Radiator cap
Tutup radiator
ini memiliki pegas klep yang
berfungsi saat dingin, membuka
masuk sehingga cairan dari
tangki cadangan bisa menambah
volume yang bersirkulasi di
radiator. Namun saat panas,
tutup ini akan membuka klep ke
arah keluar untuk mengalirkan
cairan yang balik ke tangki
cadangan.


nah, sekarang kita balik ke
Radiator, benda ini terdiri dari
beberapa pipa kapiler kecil yang
tersusun rapi yang bagian luar
ditempeli oleh kisi-kisi aluminium.

Sistem ini bekerja memakai
prinsip konveksi, konduksi lalu
konveksi dan radiasi.

Pertama-tama, cairan akan
dipompakan memasuki silinder
block lalu naek ke atas silinder
head untuk mengambil atau
menyerap panas mesin akibat
pembakaran. Lalu keluar melalui
selang radiator menuju
termostat sebagai pengatur
debit aliran, lalu melewati
termosensor untuk dibaca
panas nya, kemudian masuk ke
radiator dari sisi atas, kemudian
mengalir ke pipa2 kapiler kecil
sampai ke bawah.

Panas mesin ini berpindah ke
cairan melalui proses konveksi,
lalu merambat ke dinding pipa2
kecil radiator dan terjadilah
perambatan konduksi ke
seluruh kisi-kisi. Lalu dari kisi-kisi
akan menyalurkan panas ke
udara sekitar, bahkan saat
suhu panas, udara akan dipaksa
oleh kipas untuk bertumbukan
atau bersinggungan dengan
kisi-kisi radiator.


Nah. Selama proses diatas
berjalan sesuai kerjanya dan
cairan dalam keadaan penuh,
maka mesin akan bekerja di
suhu yang stabil, sehingga
menghasilkan power yang
maksimal di berbagai kondisi
panas mesin.

Apabila tidak, maka akan timbul
istilah "overheating" atau panas
berlebihan.


Hal ini terjadi karena panas
yang dihasilkan oleh
pembakaran tidak cepat
dibuang keluar.

Banyak faktor-faktor
pendukung terjadinya
overheating ini, diantaranya :


1 . Mesin mengalami modifikasi
ekstrem dengan rasio kompresi
tinggi. Seperti CS1 yang
mulanya ber cc 125 menjadi 200
cc.. Yang ber-rasio kompresi 10
,7 : 1 menjadi 15 : 1.

2. Volume air kurang. Bisa di
akibatkan karena kebocoran air
di sistem pemasangan, volume
air yang kurang ini
menyebabkan kemampuan
menyerap panas kurang.

3. Lubang pipa dalam radiator
tersumbat. Hal ini bisa terjadi
jika menggunakan air sebagai
cairan radiator.. Dikarenakan air
terdapat unsur, magnesium,
kalium atau kalsium... Sehingga
direkomendasikan memakai
cairan khusus dari pabrikan
yang sudah dilengkapi dengan
anti karat dan anti beku.

4. Kipas tidak bekerja atau
rusak. Sehingga panas berlebih
ini tidak mendapat support
pendinginan.


Gejala dan penangulangan Mesin
Overheat :


Mesin yang menggunakan
radiator, pasti di speedometer
dilengkapi penunjukkan level
panas mesin. Contoh: Honda CS1
di speedo meter bagian kiri
terdapat 6 kotak penunjuk
suhu. Motor normal bekerja di
garis tiga, dan bila jalanan
macet, maka garis akan naek
ke garis 4.sehingga kondisi ini
akan memutar kipas radiator
sehingga radiator akan
mendapat support pendinginan
dari kipas.

Apabila suhu menunjukkan garis
maks atau 6.. Maka itu
tandanya mesin Overheating...

Cara menanggulanginya :

Matikan mesin, lalu nyalakan
kontak (listrik on, tapi mesin
off). Hal ini akan menyalakan
kipas untuk mendinginkan
radiator. Tunggu hingga garis
suhu turun sampai ke garis 3,
lalu nyalakan mesin dan
gunakan seperti biasanya.


Semoga bermanfaat.

Sumber : Racingtechnology

Posted By : Ade SM

Share on Facebook Share on Twitter

Comments

No comments yet. Why not make the first one!

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images